Rabu, 17 Jul 2024
Politik

Golkar Tetap Dukung Prabowo, Tapi Bolehkan Ridwan Kamil Jadi Cawapres Ganjar

EKSPOS – Partai Golkar melalui pernyataan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono memperbolehkan mantan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk berpasangan dengan bakal calon presiden (capres) PDI-P Ganjar Pranowo. Namun pihaknya tetap mendukung bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto.

Menurut Agung Laksono, Golkar seharusnya bangga karena salah satu wakil ketua umumnya dianggap mumpuni untuk menjadi bakal calon RI-2.

“Kalau (Ridwan Kamil) diminta berpasangan dengan Pak Ganjar, saya kira itu sebuah kehormatan dan bagi Golkar tentu tidak ada alasan untuk melarang,” ujar Agung Laksono, seperti dikutip kompas.com, Kamis (7/9/2023).

“Saya yakin bahwa dia tetap sebagai salah satu waketum (wakil ketua umum) DPP Partai Golkar,” ujar Agung.

Bahkan, Agung Laksono mengatakan bahwa Ridwan Kamil sudah menemuinya dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk membahas kemungkinan berpasangan dengan Ganjar.

Meski demikian, Agung memastikan Golkar akan tetap berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres sekalipun Ridwan Kamil akhirnya mendampingi Ganjar.

Pasalnya, Ridwan Kamil bisa saja menjajaki pemilihan presiden (Pilpres) 2024 sebagai individu, bukan atas nama Golkar.

“Ya monggo misalnya dia dengan Pak Ganjar, tapi dengan wakilnya Pak Ridwan Kamil selaku individu yang kebetulan sebagai Waketum Golkar bukan sebagai (wakil) Golkar,” ujarnya.

Agung Laksono menyampaikan bahwa Ridwan Kamil sebenarnya tidak menunjukkan keinginan untuk maju sebagai bakal cawapres.

Namun, kenyataan di lapangan, elektabilitas Ridwan Kamil cukup mumpuni.

“Sebenarnya dia tidak ingin, tapi diminta gimana, dia tidak kasak-kusuk tapi di hasil survei elektabilitasnya tinggi terus,” kata Agung Laksono.

Sebelumnya, kabar soal Ridwan Kamil diperhitungkan menjadi salah satu bakal cawapres Ganjar juga didengar oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi mengklaim masih ada sejumlah nama lain yang dipertimbangkan, termasuk Sandiaga Uno.

Ia juga mengungkapkan, seperti dikutip kompas.com, bahwa pembicaraan soal Ridwan Kamil belum disampaikan dalam forum resmi antar parpol koalisi pengusung Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan Golkar tetap mendorong Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto.

“Sikap politik Golkar saat ini adalah mencalonkan Pak Prabowo sebagai capres dan mendorong Pak Airlangga sebagai cawapresnya,” kata Dave, sebagimana dilansir detik.com, Rabu (9/6/2023).

Menurut Dave, tidak ada nama kader Golkar lain yang disodorkan menjadi bakal cawapres. Golkar sendiri saat ini tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo sebagai capres.

Sementara itu, sebelumnya, mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bicara soal peluangnya menjadi bakal cawapres saat wawancara dalam acara Blak-blakan yang diadakan oleh detikcom, seperti dilihat pada Rabu (6/9/2023) lalu. Ridwan Kamil mengaku didekati sejumlah pihak.

“Jadi saya itu dihubungin oleh semuanya, itu saja jawabannya,” kata Ridwan Kamil, menjawab pertanyaan soal isu bakal jadi cawapres Ganjar Pranowo.

Menurut Ridwan Kamil, berdasarkan hitungan, koalisi Ganjar bersama PDIP memang paling membutuhkan wilayah Jabar untuk mendulang suara. Wilayah Jabar memiliki jumlah pemilih terbesar dibanding provinsi lainnya di Tanah Air.

“Jadi jawabannya adalah iya dihubungi, tapi tidak semata-semata hanya oleh tim Ganjar begitu. Cuma kalau lihat hitungan politik, memang yang paling membutuhkan Jawa Barat kan adalah koalisi Pak Ganjar. Jadi itu logika matematika,” ungkapnya. (*)

 



Baca Juga