Selasa, 16 Jul 2024
Opini

Menanti Kepulangan PKB

 

Oleh Rahman Hartala

Kemungkinan PKB hengkang dari koalisi Kebangkitan Indonesia Raya memang sangat besar. Bukan hanya karena harapan Cak Imin yang nyaris sirna untuk menjadi wakil Prabowo, namun jauh lebih besar dari itu adalah ideologi dan riwayat panjang yang tidak mudah diabaikan begitu saja.

Ibarat sebuah perjalanan, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya hanyalah tempat singgah sementara bagi PKB. Pada akhirnya tempat terbaik untuk kembali adalah rumah, berkumpul dengan keluarga dan bercengkrama bersama sanak famili.

Rumah PKB adalah islam moderat, yang jelas menentang pandangan ekstrimis kanan. Dari ulama-ulama NU lah PKB lahir. Hasil survei terbaru Indikator Politik pun sudah jelas menyebutkan bahwa pemilih NU mayoritas condong ke Ganjar. Fakta ini tak bisa diabaikan begitu saja bagi PKB. Bahkan bisa kita maknai hasil survei itu sebagai lambaian tangan yang ditujukan bagi PKB untuk segera pulang.

Dalam perjalanannya, masyarakat Nahdliyin selalu bergandengan tangan dengan kaum nasionalis untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa ini. Jadi agak sulit membayangkan PKB kemudian bergabung bersama FPI maupun HTI, untuk mendukung Prabowo.

Konsekuensi yang diterima PKB tentu tidak main-main. Ia akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat, bahkan jelas-jelas sudah menciderai semangat Gusdurian. Sebaliknya, PPP akan sangat diuntungkan jika hal itu terjadi. Suara partai ini akan sangat mungkin bertambah pada pemilu 2024 kali ini.

Jika menengok dua kali Pilpres sebelumnya, PKB dan PDIP tidak pernah pisah. Dan koalisi mereka pun berhasil mengantarkan Jokowi menjadi pimpinan tertinggi di negeri ini.

Jadi diperkirakan ketika Presiden Jokowi kemarin tebak-tebakan soal rambut putih, merah dan hijau dalam pertemuan di Deli Serdang, itu bukan sekedar hiburan saja. Melainkan kode keras yang sangat terang disampaikan Jokowi. Merah adalah PDIP sebagai gerbong nasionalis, hijau adalah NU. Sementara rambut putih, aku yakin anda pasti tidak salah membayangkan.Jadi mari kita tunggu saja PKB pulang dari pengembaraannya. (*)

 



Baca Juga