Minggu, 14 Jul 2024
Opini

Calon Kada dan Wawasan Geopolitik, Geostrategi dan Isu Lingkungan

Oleh: Khaidir Asmuni

Dunia terus berubah. Perkembangan teknologi menjadi keniscayaan yang tak bisa ditolak. Batas-batas antarnegara semakin tipis yang membuat informasi dan berbagai hal yang terjadi di belahan benua mana pun mudah menyebar bagai jamur di musim hujan.

Perang Rusia-Ukraina, Iran-Israel, hingga isu-isu lingkungan telah terdampak di berbagai sendi kehidupan. Hal ini menjadi bagian dari perkembangan dunia yang terus berubah itu.

VUCA. Demikian google menyebutnya. Volatility. Dunia berubah cepat, bergejolak, terkadang tidak stabil, dan tak terduga. Tidak ada yang dapat memprediksi bahwa 2020 akan menjadi tahun paling buruk bagi hampir semua sektor usaha di dunia.

Uncertainty. Ada ketidakpastian di masa depan. Masa lalu tidak lagi relevan memprediksi probabilitas dan sesuatu yang akan terjadi. 

Complexity. Dunia kian kompleks dari sebelumnya. Masalah dan akibat lebih berlapis, berjalin berkelindan, dan saling memengaruhi. Situasi eksternal semakin rumit.

Ambiguity. Lingkungan terkadang membingungkan, tidak jelas, dan sulit dipahami. Setiap situasi dapat menimbulkan banyak penafsiran dan persepsi.

VUCA menuntut kita untuk menghadapi perubahan secara dinamis. Dari pola pikir untuk menyelesaikan masalah, sampai langkah konkret yang diambil yang terkadang “gila.” Calon Kepala Daerah dituntut mampu berakselerasi dengan perubahan yang berlangsung.

Itulah sebabnya wawasan geopolitik, geostrategi, isu lingkungan menjadi bagian dari implikasi dunia yang berubah itu. Tidak terkecuali perkembangan teknologi saat ini yang harus menjadi bagian yang mutlak untuk dikuasai. Secara up to date saat ini di berbagai daerah telah mengembangkan digitalitasi. Ke depan akan kian kompleks menuju ke perangkat artificial intelligence (AI).

Wawasan geopolitik untuk calon kepala daerah itu sangat penting karena menyangkut beberapa aspek keberadaan daerahnya. Salah satu yang terpenting adalah letak geografis dan potensi alam terkait dengan hubungannya dengan dunia luar baik regional maupun internasional. Pengembangan pariwisata yang akan melibatkan wisatawan (secara in bound) akan memerlukan wawasan geopolitik dan geostrategi.

Pengembangan suatu daerah melalui wawasan nusantara juga akan menjadi bagian penting nasionalisme di era modern. Atmosfer geopolitik akan membuat calon Kada tak lagi terheran heran saat bendera Palestina ada yang membawa berkeliling kampung. Atau foto Putin yang digandrungi sebagian komunitas masyarakat. 

Saat Nasionalisme dengan nilai-nilai universal tak lagi dipandang sempit maka peradaban baru segera lahir. (*)

Aktivis Democracy Care Institute

 



Baca Juga