Selasa, 16 Jul 2024
Nasional

Usai Didukung Golkar-PAN, Elektabilitas Prabowo Meroket Ungguli Ganjar dan Anies

 

EKSPOSNUSA – Belum genap sepekan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mengikuti Pilpres 2024 mendatang, di Gedung Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (13/08/2023), elektabilitas calon presiden (Capres) Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) tersebut langsung terdongkrak, mengungguli elektabilitas capres Ganjar Pranowo (PDIP-PPP) dan Anies Baswedan (Nasdem-PKS-Demokrat).

Dalam rilis survei nasional terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan tren elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terdapat kecenderungan menanjak. Menurut Denny JA, kecenderungan itu sudah terlihat sejak Januari-Juli 2023 lalu.

Peneliti LSI Ardian Sopa merinci pada bulan Januari 2023 lalu, elektabilitas Prabowo berada di angka 25,4 persen. Kemudian, pada Mei 2023 menanjak ke angka 33,9 persen, lalu pada Juni 2023 di angka 34,3 persen.

“Di Juli 2023 elektabilitas Prabowo 38,2 persen. Prabowo terlihat elektabilitas menanjak,” kata Ardian dalam konferensi persnya, Senin (14/8/2023).

Berbeda dengan dua pesaingnya, Ardian menilai Ganjar Pranowo fluktuatif dan Anies Baswedan cenderung menurun.

Elektabilitas Ganjar, lanjutnya, pada Januari 2023 berada di angka 37,8 persen. Kemudian pada Mei menurun jadi 31,9 persen, bulan Juni 32,7 persen dan Juli berhasil naik lagi di angka 35,3 persen.

Ardian mengatakan elektabilitas Anies cenderung stagnan bahkan menurun. Pada Januari 2023, elektabilitas Anies berada di angka 22,1 persen, Mei (20,8 persen), Juni (22,1 persen) dan Juli (18,4 persen).

“Anies cenderung stagnan, bahkan kalau dilihat dari Januari 2023 cenderung turun ya,” kata dia.

Ardian menjelaskan hasil survei LSI Denny JA pada Juli 2023 dalam simulasi 3 nama menunjukkan Prabowo berada di peringkat pertama elektabilitas tertinggi dengan 38,2 persen. Kemudian disusul Ganjar di tempat kedua dengan 35,3 persen dan anies di angka 18,4 persen.

“Ini menunjukkan 5 sampai 6 bulan dari masa pencoblosan Prabowo paling unggul,” kata Ardian.

Tak hanya itu, LSI Denny JA turut memperlihatkan Prabowo akan mengungguli pasangan Ganjar-Sandiaga Uno dan Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siapapun cawapresnya.

Ia merinci bila Prabowo dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka unggul 38,8 persen. Pasangan ini mengalahkan pasangan Ganjar-Sandiaga (33,1), Anies-AHY (16,4 persen) dan tak jawab (11,7 persen).

Kemudian, Prabowo juga akan unggul bila dipasangkan dengan Erick Thohir dengan peraihan elektabilitas (38,9 persen). Disusul oleh Ganjar-Sandi (34,4 persen), Anies-AHY (15,8 persen) dan tak jawab (10,9 persen).

Kemudian, Ardian menjelaskan Prabowo juga unggul bila dipasangkan dengan Airlangga Hartarto dengan (37,5 persen). Kemudian disusul pasangan Ganjar-Sandi (35,9 persen), Anies-AHY (20,2 persen).

Lalu Prabowo bila dipasangkan dengan Cak Imin juga unggul tipis dengan 36,5 persen, kemudian Ganjar-Sandi (36,2 persen) dan Anies-AHY (20,5 persen).

“Siapapun pasangan yang dipasangkan dengan Prabowo akan melampaui pasangan lainnya, baik wakilnya Gibran, Erick, Airlangga maupun Muhaimin, dia tetap melampaui pasangan Ganjar-sandi, Anies-AHY,” kata dia.

Survei LSI Denny JA ini digelar pada 3-15 Juli 2023 dengan 1.200 responden. Metodologi survei ini menggunakan multi-stage random sampling dengan margin of error +2,9 persen. Survei ini melakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Tak hanya LSI Denny JA, keunggulan Prabowo tercatat di hasil survei dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia pada 26-30 Mei. Prabowo mengungguli Ganjar dan Anies dalam simulasi 10 nama.

Prabowo unggul di posisi puncak dengan 29,1 persen. Kemudian Ganjar Pranowo 26,1 persen, Anies Baswedan 13,2 persen, Ridwan Kamil 7,4 persen dan Erick Thohir 5,1 persen.

Kemudian, hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) digelar pada 1-8 Juli 2023 pada simulasi tiga nama menunjukkan Prabowo unggul tipis dari Ganjar.

Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 35,8 persen, kemudian Ganjar 32,2 persen, dan Anies 21,4 persen. Sekitar 10,6 persen belum menunjukkan pilihannya.

Bahkan disebut tren elektabilitas Menteri Pertahankan RI itu bakal terus menanjak jika tak ada aral menuju Pilpres 2024 mendatang. (*)

 



Baca Juga