Rabu, 17 Jul 2024
Nasional

Kabar Duka, Pendiri PMII KH. Nuril Huda Wafat

EKSPOSInnalilahi wa inna ilaihi rajiun. KH. Nuril Huda, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), wafat pada Rabu (20/12/2023) pagi ini.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Telah meninggal dunia KH Nuril Huda (salah satu muassis PMII) pada Rabu, 20 Desember 2023 Pukul 06.35 WIB,” demikian pesan keluarga dari Bekasi dan juga pesan berantai dari mantan Ketua Umum PMII Ali Masykur Musa di beberapa grup Whatsapp dan medsos, Rabu (20/12/2023) pagi.

Melalui pesan tersebut, keluarga mengabarkan bahwa jenazah disemayamkan di rumah duka di Kemang Pratama Regency, Jalan Pirus Blok F25, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, jenazah rencananya akan dikebumikan di Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di Pondok Pesantren Darul Ulum, Medali, Sugio.

“Rencana dimakamkan di Komplek Ponpes Darul Ulum, Medali, Kec. Sugio, Kab. Lamongan. Diberangkatkan dari rumah duka Pukul 16.00 WIB,” lanjut bunyi pesan tersebut.

Dikutip dari NUPedia di aplikasi NU Online Super App, KH. Nuril Huda merupakan salah satu dari 13 mahasiswa yang turut mendirikan PMII, organisasi mahasiswa NU.

Kiai Nuril juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2004-2010 di era Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pengangkatannya dilakukan berdasarkan SK. PBNU nomor 028/A.II.03,e/5/2005.

KH. Nuril Huda lahir pada tanggal 17 Agustus 1939 di Lamongan. Ia wafat di usia 84 tahun. Sosoknya dikagumi para aktivis PMII lantaran semangatnya tak pernah terkikis oleh usia. Ia jarang absen saat diundang menghadiri kegiatan-kegiatan PMII. 

Kesaksian ini sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang kader PMII Lamongan, Syamsuddin. Ia sempat bekisah saat berkomunikasi dengan KH Nuril Huda, sekadar menginformasikan sekaligus meminta restu untuk melaksanakan kegiatan kaderisasi di tingkatan cabang. Komunikasi itu berlangsung melalui sambungan telepon. 

KH Nuril Huda, kata mantan Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Lamongan ini, tanpa berpikir panjang, dan menegaskan akan hadir di acara itu. Padahal jarak rumah beliau di Bekasi ke Lamongan ditempuh sekitar 8-9 jam.

“Mengenai KH Nuril Huda, beliau ketika pulang ke Lamongan selalu berpesan kepada kami selaku kader muda Nahdlatul Ulama untuk serta merta memberikan gagasan pemikiran bahkan tenaganya untuk kemaslahatan umat melalui NU dan PMII,” ujarnya dikutip dari nulamongan.or.id. (*)

 



Baca Juga