Selasa, 16 Jul 2024
Nasional

Jika Ngotot Soal Cawapres Ganjar, PDIP Ultimatum PPP “Angkat Kaki”

 

EKSPOSNUSA – Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mempersilakan PPP mencabut kerja sama politik jika partai berlambang Ka’bah itu tetap ngotot memaksakan Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

“Monggo (cabut kerjasama koalisi, red). Lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan, tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman dan lain sebagainya,” ujar Ahmad Basarah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/8/2023).

Ahmad Basarah mengatakan, jika kerja sama politik tidak didasarkan akan hal tersebut maka lebih sulit untuk maju dan melangkah ke depan. Sementara semua usulan cawapres yang masuk akan dikoordinasikan oleh partai pendukung Ganjar.

Ketua TKRPP PDI P (Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan) ini menegaskan bahwa penentuan bakal cawapres pendamping Ganjar dalam Pilpres 2024 mendatang bakal dibahas bersama. Itu pun sambil melihat dinamika politik mutakhir yang berkembang.

Menurut Basarah, kandidat bakal cawapres yang masuk ke bursa PDIP masih dalam pembahasan. Mereka diantaranya Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, putri Presiden Gus Dur Yenny Wahid, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan Menteri BUMN Erick Thohir serta yang lainnya.

“Saya kira probability mereka untuk menjadi cawapres pak Ganjar cukup tinggi, kita tunggu nanti sampai batas akhir pendaftaran capres cawapres yang telah diatur KPU, kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya, dan formasi capres cawapresnya,” kata Basarah.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, di internal partainya sudah muncul wacana PPP berpindah haluan atau dukungan. Itu akan dilakukan apabila Sandiaga tak terpilih menjadi cawapres Ganjar Pranowo. (*)

 



Baca Juga