Rabu, 17 Jul 2024
Nasional

Abdullah Taruna, Pendiri Forkot dan Famred Meninggal Dunia

(NNEWS) – Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Kabar duka dari dunia pergerakan mahasiswa. Aktivis 1998, Abdullah Taruna, meninggal dunia pada Minggu pagi (23/7/2023) di Pondok Pesantren di Karawang, Jawa Barat.

Sejumlah aktivis dan rekan karib Abdullah terlihat sudah berada di rumah duka di Jalan Ratna Gang Buntu H. Kecil No. 2, Jatiasih, Bekasi.

Pria yang akrab disapa Dullah ini memiliki kiprah panjang di dunia aktivis, khususnya pada era kejatuhan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Saat masih menempuh kuliah sarjana Pendidikan Sejarah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta/UNJ), Dullah memiliki ketertarikan di dunia jurnalistik. Ia masuk Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika dan terpilih sebagai Pemimpin Umum pada periode 1997-1998.

Kala itu, Dullah juga terlibat aktif dalam gerakan mahasiswa dalam menumbangkan kekuasaan Soeharto. Ia menjadi deretan aktivis pertama yang masuk Gedung DPR/MPR pada Mei 1998. Ia memimpin para aktivis dan massa mahasiswa untuk menduduki gedung DPR/MPR RI.

Bersama aktivis seperti Safiq Ali (STF Driyakara), Eli Salomo (ISTN), Adian Napitupulu (UKI), Abdullah mendirikan organisasi gerakan legendaris, Forum kota (Forkot), pada 7 Maret 1998.

Forkot beranggotakan sejumlah aktivis kampus se-Jabodetabek, seperti Universitas Kristen Indonesia (UKI), IKIP Jakarta, Universitas Nasional (UNAS) dan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), hingga STF Driyarkara.

Namun, pada September 1998, Savic Ali dan Abdullah menyatakan keluar bersama teman-temannya dari Forkot. Kemudian, mereka mendirikan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred).

Tak lama, giliran Eli Salomo, mahasiswa ISTN bersama aktivis lainnya mendirikan Front Kota (Forkot) pada akhir Februari 2000.

Pasca kejatuhan Soeharto pada 1998, namanya tetap dikenal sebagai sosok yang kritis. Lulusan Pendidikan Ilmu Sejarah UNJ ini kemudian bekerja sebagai jurnalis selepas gerakan mahasiswa 1998.

Abdullah Taruna tercatat pernah bekerja di Voice+, Produser News and Feature Elshinta TV, dan News Produser Sindo TV (iNews TV).

Ia juga pernah menjabat Ketua Lembaga Studi Indonesia Damai (LSID).

Jelang akhir hayat, Abdullah Taruna dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap dunia pendidikan. Ia pun terpilih menjadi Ketua Forum Diskusi Pedagogik Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) UNJ.

Beberapa sahabat nampak mengantar kepergian Abudullah, seperti Saviq Ali, Toto Prastowo, Beka Ulum Hapsara (mantan Komisioner Komnas Ham), Wajid Nuad dan banyak aktivis pers mahasiswa Didaktika UNJ yang hadir di pemakaman Jatiasih Bekasi. (*)

 



Baca Juga