Selasa, 16 Jul 2024
Internasional

Upaya Gencatan Senjata, PM Israel Menyebut Tidak Berniat Menduduki Gaza

EKSPOS – Moskwa melakukan berbagai upaya untuk membantu membuka jalan bagi solusi diplomatik dan gencatan senjata secepatnya di Gaza, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (9/11/2023).

“Kami sedang melakukan berbagai upaya intensif untuk meredakan konflik tersebut guna mencapai gencatan senjata sesegera mungkin,” ujar Juru Bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, dalam sebuah konferensi pers.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov masih terus menjalin kontak dengan para pejabat dari wilayah tersebut, kata Zakharova.

“Sebuah pesan sedang disampaikan kepada semua pihak terkait kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata,” ujarnya.

Sementara, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut negaranya tidak berniat menduduki Gaza setelah perang melawan Hamas berakhir. Namun, Benjamin Netanyahu mengatakan, kekuatan yang kredibel akan diperlukan untuk memasuki wilayah Palestina jika diperlukan untuk mencegah munculnya ancaman para militan.

Diberitakan Al Jazeera, Benjamin Netanyahu mengatakan wilayah Gaza harus didemiliterisasi, dideradikalisasi, dan dibangun kembali. Komentar Netanyahu muncul setelah dia mengatakan Israel akan bertanggung jawab atas keamanan Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas setelah berakhirnya perang dengan Hamas.

Setelah pernyataan Netanyahu itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, sempat mengatakan pemerintahan pasca krisis di Gaza harus mencakup suara-suara Palestina.

Dikutip dari The Guardian, para pejabat AS mengatakan, Otoritas Palestina yang mempunyai pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, harus kembali memerintah Gaza setelah perang. Adapun Hamas merebut kendali Gaza dari pasukan PA pimpinan Presiden Mahmoud Abbas pada 2007 silam.

Para pejabat tinggi Palestina, termasuk Abbas, mengatakan kembalinya PA ke Gaza harus disertai dengan solusi politik yang mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah yang direbutnya dalam perang Timur Tengah pada 1967.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, mengatakan PA tidak akan kembali ke Gaza dengan membawa tank Israel. Pada Kamis (9/11/2023), Netanyahu menegaskan kembali penentangannya terhadap gencatan senjata dengan Hamas. (*)

 



Baca Juga