Selasa, 16 Jul 2024
Internasional

Potensi Meningkatnya Hubungan Mesra, Amerika Serikat Intip Kandidat Pilpres 2024

EKSPOS – Amerika Serikat (AS) memantau pemilihan presiden (pilpres) RI. Setidaknya ini terlihat dalam laman US Chamber of Commerce (Kadin AS), 5 September lalu.

Direktur Asia Tenggara badan itu, Shannon Hayden, menulis; “Akankah pemilu di Indonesia mendekatkan hubungan dengan AS?” Ia merujuk salah satu bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Diawal tulisannya ia mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi pilpres 14 Februari 2024 dan akan berimplikasi tak hanya ke Indonesia tapi juga AS.

“Bagaimanapun, Indonesia adalah pemain utama di kawasan penting Indo-Pasifik,” katanya, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (7/9/2023).

“Ini adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga, ekonomi terbesar keenam belas, dan negara mayoritas Muslim terbesar,” ungkap dia.

Nama Prabowo pun ia paparkan sebagai satu dari tiga kandidat calon presiden, selain Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Menurut dia, Menteri Pertahanan (Menhan) itu tampaknya memimpin dalam survei, sehingga membuatnya percaya diri dan maju ke laga pilpers lagi. Ia juga sepertinya mendapat dukungan Jokowi.

 

“Prabowo gagal melawan Jokowi pada tahun 2014 dan 2019, dan jajak pendapat terbaru serta dinamika partai membuat dia berpikir bahwa pemilu ketiga mungkin merupakan pilihan,” muatnya.

“… Prabowo memimpin koalisi yang luas dan Jokowi (yang belum memberikan dukungan resmi, namun popularitasnya mencapai 79%) telah mengisyaratkan bahwa Prabowo adalah pilihan terbaiknya untuk melanjutkan kebijakannya,” tambahnya.

Sebenarnya, masa lalu Prabowo juga diungkit. Bagaimana Prabowo pernah menjadi menantu Presiden Soeharto yang memimpin Indonesia selama 32 tahun.

“Prabowo sendiri bertugas di militer, naik pangkat menjadi letnan jenderal angkatan darat dan memimpin pasukan khusus Indonesia,” jelasnya soal masa lalu itu.

“Tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam peran ini menghalangi dia masuk ke AS selama bertahun-tahun, sebuah larangan yang telah dicabut dalam kapasitasnya saat ini sebagai menteri pertahanan,” katanya menambahkan kondisi saat ini.

Bisnis Prabowo pun ia terangkan. Menurutnya Prabowo adalah konglomerat yang mengendalikan 27 perusahaan.

“Mulai dari minyak sawit, gas alam, dan batu bara, hingga hukum, kertas, dan pulp,” tambahnya.

Ia pun kemudian mengaitkan Prabowo dengan AS. Kemungkinan hubungan kedua negara bakal makin mesra, secara implisit ia paparkan.

Ia mengungkit bagaimana dalam kapasitasnya sebagai Menhan, Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Lloyd Austin baru-baru ini. Keduanya menandatangi pembelian senjata dan mengadvokasi hubungan yang lebih erat antara kedua negara.

“Jadi apa pentingnya kunjungannya baru-baru ini? Pertama, Indonesia berupaya memodernisasi militernya melalui AS,” katanya.

“Dukungan tersebut ditegaskan oleh pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan Prabowo dengan Austin di Pentagon … Akuisisi ini akan memperdalam interoperabilitas dengan AS. dan memperluas pilihan untuk latihan bersama,” tambahnya.

“Ini merupakan kemenangan publik baginya dalam perannya sebagai menteri pertahanan,” muatnya lagi.

Perjalanan Prabowo ke AS itu, kata dia, merupakan kesempatan untuk mengadvokasi prioritas domestiknya melalui peningkatan keterlibatan AS-Indonesia. Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja dan peluang ekonomi melalui kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertukaran pendidikan internasional, inovasi teknologi dan hal-hal lain.

Meski begitu, ia menegaskan terus melakukan kajian. Menurutnya seorang kandidat dapat keluar dan bergabung dengan salah satu dari dua kandidat yang tersisa sebagai wakil presiden.

“Skandal bisa saja muncul. Jokowi bisa saja memberikan dukungan yang mengejutkan,” tambahnya.

“Namun untuk saat ini, Prabowo tampaknya telah mencapai apa yang ia rencanakan di AS, mengunjungi dan masih menjadi yang terdepan saat kembali ke Indonesia,” katanya. (*)

 



Baca Juga