Selasa, 23 Jul 2024
Internasional

Perempuan Miliuner Dihukum Mati Terlibat Korupsi Rp193 Triliun

EKSPOS – Seorang miliuner Vietnam dijatuhi dihukum mati setelah terlibat kasus korupsi senilai 304 triliun dong atau setara Rp193 triliun.

Pengusaha properti Truong My Lan, 67 tahun divonis hukuman mati pada Kamis (11/4/2024), karena didakwa melakukan manipulasi dan korupsi dari salah satu bank terbesar di negara itu selama 11 tahun.

Putusan hukuman mati itu terbilang sangat langka, di mana ia menjadi satu dari sedikit perempuan yang dihukum mati karena kejahatan kerah putih di Vietnam.

Dikutip dari CNN, Truong My Lan telah mengambil pinjaman sebesar 304 triliun dong dari Bank Saham Gabungan Komersial Saigon (SCB).

Beberapa orang percaya hukuman mati adalah cara pengadilan untuk mendorongnya mengembalikan sebagian dari triliunan uang yang hilang.

Tidak seperti biasanya, otoritas Vietnam yang biasanya tertutup mengungkapkan ke publik mengenai kasus korupsi namun kali ini menjelaskannya secara detail kepada media.

Dilansir dari BBC, otoritas Vietnam mengatakan 2.700 orang dipanggil untuk memberikan kesaksian, sementara 10 jaksa penuntut dan sekitar 200 pengacara dilibatkan.

Selain Truong My Lan, 84 orang lainnya juga didakwa dan semuanya dinyatakan bersalah.

Truong My Lan sendiri mengaku tak bersalah, dan akan melakukan banding di pengadilan.

Selain Truong My Lan, empat orang menerima hubungan seumur hidup di penjara.

Sedangkan sisanya mengalami hukuman penjara dengan durasi berbeda, dari 20 tahun hingga 3 tahun penjara.

Suami Truong My Lan, mendapatkan hukuman penjara 9 tahun, dan keponakannya divonis penjara 17 tahun.

Pengadilan yang memutuskan perkara tersebut sejauh ini menjadi bagian paling dramatis dari kampanye anti-korupsi “Tungku Berkobar”, yang digalakkan oleh Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong.

Nguyen Phu Trong percaya bahwa kemarahan rakyat atas korupsi yang tak terkendali merupakan ancaman nyata bagi monopoli kekuasaan partai komunis.

Kampanye ini telah menyebabkan dua presiden dan dua wakil perdana menteri dipaksa mengundurkan diri.

Selain itu, ratusan pejabat disiplinkan atau dipenjara. Bahkan saat ini salah satu perempuan terkaya negara itu bersama elite negara harus menerima konsekuensi hukuman atas persekongkolan melakukan manipulasi dan korupsi. (*)

 



Baca Juga