Selasa, 23 Jul 2024
Internasional

Erdogan Tuding PM Israel Benjamin Netanyahu Biang Kerok Konflik Timur Tengah

EKSPOS – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dituding sebagai biang kerok konflik di Timur Tengah hingga terjadi serangan Iran ke Israel.

Hal itu diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang secara tegas menyalahkan Netanyahu, dalam pidatonya usai rapat kabinet, seperti dilaporkan Reuters.

Erdogan mengatakan serangan Iran ke Israel merupakan buah dari kesalahan utama dan terpenting dari Netanyahu.

“Orang yang paling bertanggung jawab atas ketegangan yang mencengkram hati kita pada malam 13 April adalah Netanyahu dan pemerintahannya yang berdarah-darah,” tandas Erdogan.

“Sejak 7 Oktober, pemerintah Israel telah memilih tindakan provokatif untuk menyebarkan perang ke seluruh kawasan. Pemerintah Israel menargetkan konsulat Iran di Damaskus, melanggar hukum internasional dan Konvensi Wina,” tegas Erdogan.

Erdogan menjelaskan, pemicu serangan pada akhir pekan lalu itu adalah gempuran Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April. Serangan itu menewaskan 12 orang, termasuk tujuh perwira senior Garda Revolusi Iran.

Lebih lanjut Erdogan juga menyalahkan negara-negara Barat yang berpihak kepada Israel sehingga menggunakan standar ganda. Negara-negara tersebut, kata dia, tidak mengecam serangan Israel terhadap misi diplomatik Iran, namun sebaliknya mengutuk serangan balasan ke Israel.

“Kita telah menyaksikan pendekatan standar ganda yang dilakukan negara-negara Barat,” kata Erdogan, seraya menambahkan hanya segelintir negara yang mengutuk tindakan Israel.

Dia menegaskan kembali perbuatan brutal Israel di Jalur Gaza. Pasukan Israel tanpa pandang bulu membunuh puluhan ribu warga sipil Palestina di Gaza, termasuk orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.

“Selama lebih dari 132 hari Israel telah menerapkan kebijakan genosida,” kata Erdogan.

Karena itu, tambah Erdogan, pemerintah Turki menyerukan “diakhirinya eskalasi” di Timur Tengah setelah serangan Iran terhadap Israel, seraya mengatakan ada risiko yang bisa memicu perang regional jika terus berlanjut. (*)

 



Baca Juga