Selasa, 16 Jul 2024
Intermezo

Raja Kediri Jayabaya Disebut Tidak Pernah Menulis Ramalan

EKSPOS – YouTuber yang rajin membagikan konten edukasi, Guru Gembul, secara tegas mengatakan bahwa raja terkenal dari Kerajaan Kediri, Jayabaya (1135-1159) tidak pernah menulis ramalan.

“Jadi ramalan Jayabaya itu tidak ditulis oleh Sri Jayabaya, karena Sri Jayabaya itu tidak pernah meninggalkan catatan tertulis apapun,” ujar Guru Gembul di YouTube RJL5, saat dilihat Minggu 26 Mei 2024 lalu.

Selain itu, Guru Gembul mengatakan foto Jayabaya yang selama ini beredar di internet, yang menampilkan seorang pria bermahkota yang gagah bukanlah foto asli sang raja.

“Fotonya ini, ini juga bukan wajah beliau (Jayabaya). Pada saat itu nggak ada yang melukis dan menggambarkan wajah beliau itu seperti apa,” jelas Guru Gembul.

Bahkan, Guru Gembul menyebut ramalan Jayabaya baru ditulis pada tahun 1600-an dengan mencatut atau mengisahkan tokoh Jayabaya yang hidup pada tahun 1100-an.

“Itu jauh banget lho, tapi ya begitu orang-orang di zaman dahulu, mereka memang mengaitkan orang-orang besar untuk menulis karya sastra,” ungkapnya.

Guru Gembul juga menjelaskan bahwa dahulu di Jawa kegiatan menulis merupakan hal yang sangat disakralkan dan tidak sembarang orang dapat melakukannya.

“Sehingga untuk menulis seseorang harus bikin selamatan, bahkan harus numbalin kepala kerbau gitu untuk menulis prasasti,” terang Guru Gembul.

Setelah memasuki zaman Islam, lanjut Guru Gembul, para pendakwah Islam justru menawarkan untuk membaca dan menulis. Sehingga pada zaman itu banyak orang mulai membuat karya tulis.

“Sunan Gresik, selain dia buka padepokan pencak silat, dia juga mengajar membaca dan menulis. Sejak saat itulah sastra di Jawa berkembang pesat, baru ketika itu muncul Babad Tanah Jawa,” jelasnya.

Guru Gembul melanjutkan, bersamaan dengan berkembangnya Kerajaan Islam di tanah Jawa, ramalan Jayabaya ini pun muncul pada tahun 1600-an. “Zaman dulu itu, orang tidak biasa menuliskan siapa penulisnya, karena mereka memang ngambil dari cerita-cerita rakyat, pernyataan dari mulut ke mulut, akhirnya banyak sekali versi,” tukasnya.

Namun demikian, Guru Gembul tidak mengatakan bahwa cerita ramalan Jayabaya itu adalah tipu daya. Seperti halnya ungkapan almarhum W.S Rendra yang pernah menulis dalam sajaknya yang berjudul: Sajak Bulan Mei 1998 Indonesia

Berikut petikan sajaknya:

Berhentilah mencari ratu adil!

Ratu adil itu tidak ada!

Ratu adil itu tipu daya!

Apa yang harus kita tegakkan bersama adalah Hukum Adil.

Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara.



Baca Juga