Rabu, 17 Jul 2024
Hukum

Propam Polri Diminta Selidiki Kematian Walpri Kapolda Kaltara

EKSPOS – Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Propam Polri menyelidiki dugaan kematian anggota pengawal pribadi Kapolda Kaltara Briptu Herlambang yang diduga tewas karena luka tembak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (23/9/2023).

Diketahui, meninggalnya briptu Herlambang sendiri terjadi di rumah dinas Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya.

“Pemeriksaan Propam Polri perlu segera dilakukan untuk memberikan kejelasan sebab dan latar belakang kematian briptu herlambang yang berasal dari kesatuan brimob tersebut,” terang Sugeng.

Pasalnya, menurut Sugeng, pengungkapan kematian Walpri Kapolda Kaltara tersebut penting untuk diungkap secara transparan agar tidak menjadi spekulasi publik.

“Apalagi sebelumnya ada kematian Brigadir Yosua yang disebabkan ditembak oleh atasannya sendiri dan menjadi sejarah paling buruk di kepolisian,” tukasnya.

Di sisi lain, lanjut Ketua IPW, kematian anggota polri karena latar belakang bunuh diri sudah sering terjadi. Oleh karena itu, sambung Sugeng, Polri perlu segera membentuk tim khusus untuk menelitii sebab dan alasan anggota polri melakukan tindakan bunuh diri agar fenomena bunuh diri pada anggota polisi tidak terjadi di kemudian hari.

Dijelaskan Sugeng, setelah tewasnya Brigadir Yosua tahun lalu, publik digegerkan dengan anggota polri yang meregang nyawa di awal tahun 2023. Bripka AS anggota Polres Samosir ditemukan tewas pada 23 Januari 2023 diduga karena minum sianida.

Pada 25 Maret 2023 Briptu RF, Staf Pribadi Pimpinan Polda Gorontalo ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam mobil dinas yang terparkir di Jalan Gorontalo Ring Road. Ia diduga tewas bunuh diri karena ditemukan jelaga mesiu di tangan kanan korban.

Enam hari kemudian, tepatnya 31 Maret 2023, anggota Ditsamapta Polda Banten, Bripka DK ditemukan tewas dengan luka tembak di kamar rumahnya, Griya Baladika Asri, Kota Serang Banten.

Sementara pada 23 Juli 2023, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Densus 88 Anti Teror tewas oleh rekannya yakni Bripda IMS dan Bripka IG. Bripda Ignatius meregang nyawa di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dari uraian peristiwa tersebut, menurut Ketua IPW, pihaknya meminta institusi Polri untuk mengkaji dan melakukan penelitian terkait problem-problem psikologis.

“Dan yang paling penting adalah keteladanan setiap pimpinan untuk membina bawahan sangat diperlukan,” pungkasnya. (*)

 



Baca Juga