Rabu, 17 Jul 2024
Hukum

KPK Penjarakan 5 Mantan Anggota DPRD Terkait Pengesahan RAPBD 2017-2018

 

EKSPOS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan lima Anggota DPRD Jambi periode 2014-2019.

Penahanan tersebut terkait kasus perkara suap yang diterima para anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018.

Kelima mantan Legislator Jambi tersebut yakni, Nasri Umar (NU); M Isroni (MI); Abdul Salam Haji Daud (ASHD) alias Salam HD; Djamaluddin (DL), Hasan Ibrahim (HI). Mereka bakal ditahan untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini sampai 27 Mei 2023.

“Terkait dengan kebutuhan penyidikan maka tim penyidik kembali menahan lima orang tersangka. Sebagaimana yang ada di depan selama 20 hari ke depan,” Kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2023).

Kemudian kata Asep, kelima tersangka tersebut ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) selama 20 hari pertama. Dimulai dari 8 Mei 2023 sampai 27 Mei 2023.

“Sehingga saat ini masih ada 13 orang yang belum ditahan. Jadi ini bertahap penahanannya,” jelas Asep.

Diketahui, KPK telah menetapkan 28 tersangka kasus dugaan suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018. Kasus ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ke-28 tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 Syopian (SP), Sofyan Ali (SA), Sainudin (SN), Muntalia (MT), Supriyanto (SP), Rudi Wijaya (RW), M Juber (MJ), Poprianto (PR), Ismet Kahar (IK), Tartiniah RH (TR), Kusnindar (KN), Mely Hairiya (MH), Luhut Silaban (LS), Edmon (EM).

Kemudian, M Khairil (MK), Rahima (RH), Mesran (MS), Hasani Hamid (HH), Agus Rama (AR), Bustami Yahya (BY), Hasim Ayub (HA), Nurhayati (NR), Nasri Umar (NU), Abdul Salam Haji Daud (ASHD), Djamaluddin (DL), Muhammad Isroni (MI), Mauli (MU), dan Hasan Ibrahim (HI).

Dari 28 orang itu, KPK sudah lebih dahulu menahan 10 orang pada 10 Januari 2023, mereka yakni Supriyanto (SP), Sainudin (SN), Muntalia (MT), Syopian (SP), Rudi Wijaya (RW), M Juber (MJ), Ismet Kahar (IK), Poprianto (PR), Tartiniah RH (TR), dan Sofyan Ali (SA).

Para tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

 

 



Baca Juga