Minggu, 14 Jul 2024
Ekonomi

Mobil Listrik Sepi Peminat, Elon Musk PHK Belasan Ribu Karyawan

EKSPOS – Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat, bakal merumahkan sekitar 10 persen dari keseluruhan karyawannya di seluruh dunia.

Dari memo internal perusahaan yang dibagikan Reuters, penyebab dari pemangkasan karyawan ini adalah penjualan yang cenderung lesu serta perang harga yang semakin intensif untuk kendaraan listrik (EV).

“Setiap lima tahun sekali, kami perlu mengatur ulang dan merampingkan perusahaan untuk fase pertumbuhan berikutnya,” kata CEO Elon Musk di X.

Perampingan ini juga berdampak pada karyawan Tesla dengan posisi tinggi. Dua diantaranya adalah kepala pengembangan baterai Drew Baglino dan wakil presiden kebijakan publik Rohan Patel.

Dua pimpinan ini mengumumkan kepergian mereka diiringi ucapan terima kasih dari Musk. 

Akhir 2023 lalu, Tesla memiliki kurang lebih 140 ribu karyawan di seluruh dunia. Berdasarkan angka ini, ada 14 ribu lebih karyawan yang terdampak oleh pemangkasan massal Tesla.

Dari email yang dikirimkan ke karyawan Tesla di AS, proses pemecatan ini akan berlangsung secepat mungkin dan kemungkinan akan dilakukan pekan ini.

Pemangkasan ini dilakukan setelah adanya kabar pembatalan proyek mobil murah yang sudah lama dijanjikan, mobil murah ini rencananya akan dijual dengan kisaran harga USD25 ribu atau sekitar Rp400 jutaan.

Proyek ini diharapkan para investor bisa mendorong pertumbuhan pasar massal dan diperkirakan akan mulai diproduksi pada akhir 2025

Tak lama setelah berita pembatalan ini dipublikasikan, Musk memposting “Reuters berbohong” di akun X-nya tanpa merinci ketidakakuratannya.

Sejak saat itu, ia tidak berkomentar mengenai mobil tersebut, sehingga para investor pun bertanya-tanya mengenai masa depannya. (*)

 



Baca Juga